Apr 05

PAKET UMROH PROMO 2018

APRIL-MEI 2018  (Resmi & Berasuransi)
~
Tersedia juga program umroh awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan akhir Ramadhan 1439 H.

»»»
(EKONOMI)
QUAD : 23.000.000
MAKKAH: REYADAH HIJRAH 4N
MADINAH: DAR NAEEM 3 N
~
(REGULER/MEDIUM)
QUAD: 25.500.000
MAKKAH: AZKA SAFA 4N
MADINAH: HYATT MADINAH 3N
~
(VIP)
QUAD: 30.500.000
MAKKAH: ZAM_ZAM 4 N
MADINAH : GLORIA 3 N

Harga tersebut Quad (1 kamar 4 org),  sudah All in.

 

Untuk info lengkap hubungi nomor whatsapp 0812 949 7563 / telepon 0815 1455 5671.

Feb 13

Tips Mempersiapkan Diri Sebelum Berangkat Ibadah Umroh

Sebelum berangkat Umroh tentu kita harus membuat persiapan, supaya ibadah yang kita kerjakan di tanah suci nanti bisa maksimal. Ada beberapa tips persiapan untuk umroh yang akan dibahas dalam artikel ini.

A. Persiapan ruhani

  1. Kita harus meluruskan niat semata-mata beribadah karena menyambut seruan Alloh taala. Niat akan menentukan amal yang akan dikerjakan, dengan lurusnya niat semoga akan membantu dalam mengerjakan umroh yang kita kerjakan dengan sempurna.
  2. Bertaubat atas semua kesalahan yang pernah dikerjakan. Kita tentu saja sulit mengingat-ingat hal yang sudah dilakukan d masa lalu apakah menyakiti orang atau tidak Oleh karena itu lebih baik bila sebelum berangkat umroh kita memnita maaf terutama kepada ayah, ibu, keluarga dan tetangga dekat.
  3. Belajar mengetahui hukum-hukum agama seputar ibadah umroh, misalnya hal yang dilarang selama umroh termasuk juga hal yang berkaitan dengan itu misalnya sholat dalam perjalanan, cara tayamum, waktu-waktu sholat, cara mengerjakan sholat sunah dan adab pergaulan sesama muslim.
  4. Melunasi hutang, mengembalikan barang titipan termasuk juga mencari sumber dana yang halal yang akan digunakan untuk biaya umroh. Termasuk juga biaya untuk keluarga yang kita tinggalkan yang menjadi tanggungan kita.
  5. Menjaga amalan baik yang wajib dan sunah, supaya nanti kita juga terbiasa menjaga amalan selama di tanah suci karena salah satu indikasi umroh yang mabrur adalah tidak tertinggal dalam hal yang wajib maupun yang sunah.

 

B. Persiapan Fisik

Ibadah umroh termasuk ibadah yang tidak ringan terutama bagi orang yang lanjut usia. Sebagaimana diketahui kebanyakan jamaah haji dan umroh adalah orang-orang dengan usia 60 tahun ke atas. Hanya sebagian yang berusia 50 tahun ke bawah. Oleh karena itu ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan berkenaan dengan persiapan fisik:

  1. Lari-lari kecil, jalan kaki atau melakukan aktifitas olahraga  lainnya setiap pagi untuk melatih kebugaran badan.
  2. Bila perlu minum multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Biasanya tubuh membutuhkan multivitamin untuk menjaga tetap bugar dan sehat selama melakukan aktifitas yang membutuhkan energi yang banyak.
  3. Terutama bagi kalangan muda usia 50 tahun ke bawah yang tentu mempunyai fisik yang lebih baik daripada yang usia lanjut, ada baiknya juga untuk membantu teman-teman seperjalanan yang telah lanjut usia dalam beribadah umroh. Banyak diantara jamaah yang selain sudah lanjut usia juga memiliki keterbatasan pengetahuan misalnya tidak bisa menggunakan lift, dll. Semoga dengan membantu mereka akan membantu kesempurnaan ibadah umroh kita.
  4.  Lakukan general check up. Jika sedang menderita suatu penyakit terutama penyakit infeksi segera tanggulangi dengan bantuan dokter. Jika memiliki penyakit menetap, mintalah semua perlengkapan medis yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit tersebut kambuh pada saat melaksanakan ibadah. Vaksinasi untuk beberapa penyakit tertentu akan disarankan oleh dokter Anda. Bila perlu bisa konsulltasi ke dokter untuk mendapatkan arahan kesehatan yang lebih sesuai untuk kondisi kita, termasuk obat-obatan yang perlu dibawa ke tanah suci.

Berikut ini adalah beberapa tips tambahan menjelang keberangkatan umroh:

  1. Lakukan gaya hidup sehat dengan makanan yang seimbang dan olahraga yang teratur. Tips umroh ini dimaksudkan untuk menjaga kebugaran tubuh Anda sebelum dan selama pelaksanaan ibadah.
  2. Ketika melaksanakan ibadah umroh Anda akan melakukan perjalanan kaki sekian puluh kilometer per hari. Sangat disarankan untuk melatih kaki Anda dengan rutin berjalan kaki selama satu jam setiap harinya.
  3. Cuaca di tanah suci sangat ekstrim. Lebih baik untuk mempersiapkan diri terbiasa tersengat matahari demikian juga dengan pakaian yang akan dibawa. Setiap tips umroh akan menyarankan Anda untuk wajib menyiapkan baju hangat kaus kaki kaus tangan dan tutup kepala.
  4. Biasakan untuk banyak minum  air putih dan sebisa mungkin meninggalkan minuman manis. Udara di sana sangat panas, air putih akan mencegah Anda dehidrasi sedangkan minuman manis hanya akan membuat darah Anda lebih pekat dan mudah kelelahan.

Semoga dengan tips  persiapan umroh di atas, akan membantu kita memaksimalkan ibadah di tanah suci dengan lebih baik. Amiin

 

Feb 07

Tips Packing Sebelum Berangkat Umrah

Jamaah umrah laki-laki dan perempuan tentu harus menyiapkan perlengkapan umrah yang harus dibawa selama berada di Tanah Suci. Berikut ini Tips Packing Perlengkapan Umrah untuk laki-laki dan perempuan.

Perlengkapan umrah pria/laki-laki:

  1. Celana panjang 2 stel
  2. Baju takwa 2 stel
  3. Sarung 2 buah
  4. Kain ihram dan sabuknya. Kain ihram dan sabuknya ini biasanya sudah diberikan oleh biro umrah ketika kita sudah melunasi pembayaran sehingga tidak perlu beli lagi.
  5. Kaos oblong  2 atau 3 buah.  Untuk kaos oblong cukup bawa 2 atau 3 buah, tetapi dengan catatan setelah dipakai bisa segera dicuci sendiri. Tetapi kalo malas mecuci bisa bawa kaos oblong yang lebih banyak.
  6. Jaket 1 buah. Jaket berguna untuk menahan dingian terutama ketika kita menunggu penerbangan di bandara Internasional yang AC nya sangat dingin.
  7. Alat cukur (shaver, bukan silet)
  8. Sandal 1 pasang
  9. Keperluan mandi (sabun, pasta gigi, sikat gigi, handuk)
  10. Obat-obatan yang cocok. Bawalah obat-obat yang biasa digunakan untuk penyakit ringan yang biasa menyerang seperti obat batuk, flu dan sakit kepala, obat gosok (minyak kayu putih, minyak angin, dll) atau obat resep dokter yang biasa dikonsumsi.

Perlengkapan Umrah Bagi Perempuan/wanita:

  1. Baju sehari-hari 3 pasang
  2. Mukena 1 buah
  3. Kaos tangan terbuka tapak tangan 2 bh
  4. Kaos kaki
  5. Kain ihram
  6. Baju tidur
  7. Keperluan mandi (sabun, pasta gigi, sikat gigi, handuk, samphoo, minyak wangi)
  8. Obat-ob0tan yang cocok.

Baju dan perlengkapan umrah di atas adalah keperluan standar untuk ibadah umrah selama 9-12 hari. Masing-masing orang bisa menyiapkan perlengkapan umrah lebih dari yang tertera diatas bila dirasa kurang.

Ketika kita sudah melunasi pembayaran biaya umrah maka kita akan diberikan 3 tas yang terdiri dari Tas trolly (yang akan dibagasikan), tas tenteng dan tas kecil. Tas kecil itu nantinya akan kita pakai terus. Tas ini nantinya untuk tempat untuk menyimpan paspor dan tiket pesawat dan juga obat-obat ringan atau obat gosok atau minyak angin yang biasa kita gunakan ketika bepergian. Tas ini juga bisa diisi buku kecil /notes dan pulpen bagi yang mungkin biasa menulis. Tas kecil ini bisa juga diisi buku doa kecil atau buku panduan umrah yang kita punya untuk kita baca-baca sambil menunggu penerbangan.

Sedangkan tas tenteng ketika berangkat boleh tidak kita isi apa-apa tetapi tetap perlu dibawa. Kegunaan tas tenteng ini adalah untuk tempat pakaian ihram ketika kita akan mengambil niat ihram dan juga bisa untuk tempat meletakkan pakaian kotor kita. Jadi nanti tas tenteng bisa dimasukkan di tas trolly.

Cara Packing Perlengkapan Umroh

Ketika manasik umrah memang boleh ditanyakan mengenai cara packing perlengkapan umrah. Berikut ini hanya cara praktis packing perlengkapan umrah: Tas tenteng silakan masukkan kedalam tas trolly besar. Setelah itu diatasnya bisa dimasukkan perlengkapan umrah seperti yang tertera di atas. Berikut ini beberapa catatan yang penting tentang cara packing  perlengkapan umrah:

  1. Jangan lupa memberi nama dan alamat kita pada ketiga tas diatas supaya tidak tertukar dengan yang lain mengingat semua tas warna dan jenisnya sama.

Catatan: no 2-4 di bawah ini bagi yang sudah biasa menggunakan jasa transporatasi pesawat terbang tentu tahu aturan penerbangan. Bagi yang tidak biasa berikut ini aturan penerbangan yang harus anda ikuti:

  1. Semua jenis pisau, silet yang terbuat dari logam dan senjata tajam lainnya seperti pemotong kuku, gunting dimasukkan dalam tas/koper yang dibagasikan, jangan dimasukkan di tas tenteng/tas paspor.
  2. Semua jenis cairan/gel yang berukuran lebih dari atau diatas 100ml seperti pasta gigi, parfum, shampo, sabun cair, minyak rambut lebih baik dimasukkan kedalam tas trolly yang dibagasikan.
  3. Beban Bagasi maksimal adalah 20kg/orang, biasanya secara umum kelebihan bagasi per 1 klogram akan dikenakan denda Rp 15.000.  Kelebihan bagasi ini biasanya terjadi ketika pulang karena ada tambahan oleh-oleh umrah.

Demikian tips packing perlengkapan umrah. Semoga dengan persiapan kita yang matang, ibadah umrah yang dijalankan dapat berjalan dengan khidmat dan lancar. Amiin

Feb 06

Dalam Dekapan Ukhuwah

“seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi”

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,

“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.

”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,

“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”

Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.

”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.

“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman, “Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.

”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”

“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“

“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”

Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,

”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”

‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.

‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.

‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.

Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.

Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.

“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”

Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.

Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam empat belas hari.

Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.

“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”

“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”

Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.

Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.

Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.

Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.

Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.

Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.

Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.

Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”

 

Oleh: Salim A. Fillah

Feb 05

Agar jangan …

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
“Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!”

“Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !”.

Umar segera bangkit dan berkata :
“Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?”

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
“Benar, wahai Amirul Mukminin.”

“Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.”, tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

“Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini.”

“Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.”, sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

“Tegakkanlah had Allah atasnya!” timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

“Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat”, ujarnya.

“Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu”, lanjut Umar.

“Maaf Amirul Mukminin,” sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

“Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa”.

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
“Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah”, ujarnya dengan tegas.

“Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash”.

“Mana bisa begitu?”, ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

“Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?”, tanya Umar.

“Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin”.
“Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?”, pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

“Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji.” kata Umar.

“Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman”, rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
“Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin”.

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

“Salman?” hardik Umar marah.
“Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini”.

“Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya”, jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira… urusan kaumku… menyita… banyak… waktu…”.
”Kupacu… tungganganku… tanpa henti, hingga… ia sekarat di gurun… Terpaksa… kutinggalkan… lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan… di kalangan Muslimin… tak ada lagi ksatria… menepati janji…” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?”

Kemudian Salman menjawab :

” Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian…” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan suka cita oleh semua orang.
Masya Allah…, saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar …

 

Cerita ini dikutip dari www.kisahinspirasi.com

Jan 10

Program UMRAH 2018

PAKET  REGULER  UMROH  PROMO 2018
FEBRUARI-MARET-APRIL 2018 (Resmi & Berasuransi)
~
Masih tersedia di tgl 04 feb & 17 maret 2018.
Mhn maaf, Januari sudah full 3 group.
»»»
(EKONOMI)
QUAD : 23.000.000
MAKKAH: REYADAH HIJRAH 4N
MADINAH: DAR NAEEM 3 N
~
(REGULER/MEDIUM)
QUAD: 25.500.000
MAKKAH: AZKA SAFA 4N
MADINAH: HYATT MADINAH 3N
~
(VIP)
QUAD: 30.500.000
MAKKAH: ZAM_ZAM 4 N
MADINAH : GLORIA 3 N

Harga tsb. Quad (1 kamar 4 org),  sudah All in.

Hubungi kami:  081514555671 (telp)

08129497563 (WA)

Apr 01

MAJLIS NABAWI

Ketika matahari mulai bersinar terang dan setelah Rasulullah saw., keliling menemui para istri, beliau kembali ke masjid. Saat masuk, beliau shalat tahiyat masjid di salah satu tiang bernama tiang Muhajirin. Tiang ini berada di tengah-tengah Raudhah. Setelah itu beliau duduk di sisi timur masjid di Raudhah dengan bersandar di kamar Aisyah, para sahabat berkumpul menghampiri beliau. Pertemuan ini rutin, dimana siapa yang ingin bertemu Nabi saw., di waktu-waktu seperti ini, bisa datang ke masjid. Para sahabat di sekitar beliau kadang sedikit, dan kadang banyak, tergantung waktu luang dan situasi kehidupan mereka. 

Continue reading

Mar 30

Masjid Jin

1297442382298438692

Masjid ini terletak lebih kurang satu kilometer dari Masjidil-Haram arah ke pemakaman Ma’la, dan berada di samping pemakaman Ma’la. Masjid ini dinamakan Masjid al-Jin karena di Masjid inilah beberapa jin menyatakan kepada Rasulullah untuk beriman. Masjid ini disebut juga Masjid al-Bai’ah, karena di tempat itulah jin berbaiat kepada Rasulullah untuk beriman kepada al-Qur an dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw..

Selain itu, di tempat ini juga turunnya ayat al-Qur an surat al-Jin, surat ke-72. Diriwayatkan ketika Rasulullah dan para sahabatnya melakukan shalat subuh, ketika dibacakan beberapa ayat al-Qur an, sekumpulan jin yang sedang dalam perjalanan menuju Tihamah mendengar bacaan ayat-ayat al-Qur an itu. Setelah shalat, mereka lalu berdialog dengan Nabi kemudian mereka menyatakan diri beriman. Di tempat itulah Allah menurunkan ayat-ayat surat al-Jin.

Sekarang, tempat ini diabadikan dengan mendirikan Masjid disitu, berukuran sedang, dipergunakan untuk shalat lima waktu berjamaah biasa. Dinamakan Masjid Jin hanya sebagai lambang sejarah peristiwa diatas.

Mar 29

Sambut Kepulangan Jamaah Umrah Maret 2016

Alhamdulillaah Jamaah Umrah El-Firdaus Baitullah bersama rombongan Lintas Baitullah baru tiba di tanah air.. Semoga Allah melengkapi niat hijrah menjadi pribadi yg lebih baik sepulang dari tanah suci..

Sahabat dan Saudaraku yang ada niat untuk Umrah dibimbing langsung oleh saya di bulan Desember 2016 mari mulai menyiapkan diri, mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah Yang Maha Baik.. aamiin.

12931283_10207379754505641_6706729373619005751_n

Mar 25

Umrah Maret 2016

12670880_10207322627757508_8546618416697137436_nAlhamdulillah, setelah keberangkatan pada tanggal 21 Maret 2016,  hari ini, Kamis 25 Maret 2016, jamaah Umrah El-Firdaus Baitullah yang bekerja sama dengan PT Rafa Lintas Cakrawala sedang dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekkah.

Keberangkatan dan kepulangan umrah maret 2016 menggunakan pesawat GARUDA dengan hotel FAYROUZ di Madinah (150 meter dari masjid Nabawy) dan hotel HANEEN FIRDAUS di Makkah (200 meter dari pelataran Masjidil Haram).

Saudaraku, semoga Allah SWT memanjangkan usia kita dalam kesehatan, melapangkan rezeki kita agar dimudahkan menyusul Saudara kita yang sedang di Baitullaah.. aamiin in sya Allaah.

10399931_10207322627877511_7902362742914282952_n