Feb 22

KA’BAH DIATAS KA’BAH

Saat melaksanakan shalat, Umat Islam dari segala penjuru menghadap ke Ka’bah sebagai arah kiblat.  Bangunan berbentuk kubus ini terletak di jantung Masjidil Haram dan dikelilingi oleh ribuan manusia setiap hari. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu, bahwa ternyata tidak hanya satu ka’bah yang ada di alam semesta ini. Berdasarkan Al-Quran dan hadist, ada dua Ka’bah yang menjadi rumah Allah, tempat beribadah kepada-Nya. Selain ka’bah yang dibangun di Mekkah, ternyata ada satu lagi Ka’bah, yakni yang menjadi arah kiblat penduduk langit.

Ka’bah tersebut bernama Baitul Makmur. Layaknya ka’bah di dunia, Baitul Makmur juga dikelilingi oleh malaikat setiap hari untuk melakukan tawaf. Berdasarkan hadist Nabi, letak ka’bah di langit ini sejajar dengan ka’bah yang berada di bumi. Sebagaimana penduduk bumi memakmurkan ka’bah maka penduduk langit juga memakmurkan baitul makmur.

Baitul Makmur makmur menjadi salah satu tempat yang dijadikan Allah sebagai Sumpah-Nya. Seperti diketahui bahwa makhluk Allah yang menjadi sumpah berarti termasuk makhluk yang mulia. Baitul Makmur dalam Al-Qur’an disebutkan dalam surat At-Thur,

وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِْ وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِْ . وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ

“dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” (QS. At-Thur: 4-6).

Nabi Muhammad SAW melihat langsung Baitul Makmur ketika melaksanakan Isra Mi’raj untuk menjemput perintah salat. Sesampainya di langit ketujuh, Nabi bersama Malaikat Jibril disambut oleh Nabi Ibrahim AS. Ketika itu sang Rasulullah melihat Baitul Makmur yang dikelilingi ribuan malaikat. Kisah ini diceritakan Nabi:

“Lalu aku melihat Baitul Makmur. Akupun bertanya kepada Jibril. “Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari, tempat ini dikunjungi 70.000 Malaikat untuk melakukan shalat di sana. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini.” (HR. Bukhari 3207 & Muslim 162).

Jan 20

Umrah Liburan Desember 2015

umrah-desember-2016

umrah-desember-2016

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang tiada terkira, ELFIRDAUS BAITULLAH kembali diberi kesempatan untuk melayani jamaah beribadah umrah di bulan Desember 2015 kali ini. Dengan mendampingi dan membimbing jamaah umrah sebanyak 40 orang, berangkat untuk program “UMRAH LIBURAN DESEMBER 2015” selama 9 hari, 21 – 29 Desember 2015.

Program dan paket yang saya buat seperti lazimnya, yaiotu program umrah 9 hari, paket Bintang *3+, dengan penerbangan direct (langsung, tanpa transit) dengan pesawat SAUDIA AIRLINE.

Akomodasi hotel selama di Tanah Suci: di Madinah “Harmony” (150m dari Masjid Nabawy) dan di Makkah “Fajar Badie 4” (400m dari Masjidil Harom).

Alhamdulillah, bervariasi peserta umrah kali ini (seperti juga tahun-tahun sebelumnya), ada pegawai Pemda DKI Jakarta, ada juga Kepala Sekolah SMK di DKI Jakarta, Kepala SD Negeri di Jombang Ciputat, mantan Kepala Sekolah dan jamaah lainnya,

Dengan segala pernak-perniknya membimbing jamaah umrah setiap tahun, alhamdulillah jamaah dapat merasakan nikmtanya beribadah di Tanah Suci selama 8 hari (di Madinah 3,5 hari dan di Makkah 4,5  hari).

Hari Senin 28 Desember 2015, sekitar pukul 19.00 WSA kami sudah harus masuk ke Bandara Internasional Jeddah untuk kembali ke tanah air setelah melakukan semua prosesi ibadah umrah.

umrah-desember-2016

umrah-desember-2016

Semoga Allah SWT menerima seluruh rangkaian ibadah umrah kami semua, dan yang lebih kami harapkan lagi justru nilai dan hikmah positif yang didapatkan sesudah pulang umrah yang akan terwujud dalam kehidupan kami, insya Allah, aamiin…

Dec 07

Manasik Umrah Desember 2015

Untuk rencana keberangkatan umrah tanggal 21 Desember 2015, bersama travel umrah ELFIRDAUS BAITULLAH yang saya kelola, diadakan Manasik Umrah pada hari Ahad, 6 Desember 2015.

Alhamdulillah, 80 jamaah umrah berkumpul di Hotel SITI, Tangerang (yang lebih dikenal hotelnya ustadz Yusuf Mansur). Saya dan Tim Lintas Baitullah melayani jamaah dalam mempelajari tata cara ibadah umrah. Hal ini sangat penting dilaksanakan agar jangan sampai terjadi, jamaah tidak mengerti apa yang akan dilakukan selama beribadah umrah di Tana Suci.

Dimulai pukul 09.00 pagi, alhamdulillah penyampaian materi Manasik Umrah berjalan dengan baik, hingga praktik memakai kain ihrom dan langsung praktik thawaf dengan miniatur ka’bah yang ada di lantai paling atas hotel. Setelah shalat zhuhur dilanjutkan makan siang, alhamdulillah jamaah sudah menyelesaikan pelajaran Manasik Umrah dan kembali ke tempat kediaman masing-masing.

Semoga Allah mudahkan segala sesuatunya, terutama dalam pelaksanaan ibadah umrahnya, aamiin…

Dec 06

Doa untuk Jamaah Umrah Desember 2015

Hari sabtu, 5 Desember 2015, saya diminta oleh jamaah umrah yang akan saya dampingi, untuk mengisi taushiah sekaligus doa untuk mereka.

Jamaah yang keduanya bertempat tinggal di komlek Perumahan RENI JAYA, Blok AA RW 20:

  1. Bu DEDEH KURNIASIH,
  2. Bu LILY ASMANAH.

Mereka akan berangkat umrah bersama saya, di travel ELFIRDAUS BAITULLAH yang saya kelola, yang insya Allah akan berangkat pada 21 Desember 2015.

Alhamdulillah, di pagi hari sabtu, saya hadir bersama mereka, selepas pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan, saya memulai taushiah dengan mendoakan jamaah yang akan berangkat umrah dan mengajak jamaah lain yang hadir untuk memotivasi diri dalam berupaya beribadah ke Baitullah.

Menjelang zhuhur, acara selesai dengan khidmat. Acara diakhiri dengan jamaah yang hadir menyalami dan mendoakan yang akan berangkat umrah.

Semoga Allah memberikan hanya segala kebaikan, hikmah dan manfaat umrah yang akan dilaksanakan, baik dalam perjalanan, beribadah hingga kembali ke tanah air, insya Allah, aamiin…

Sep 15

15 Hal Ini yang Wajib Dibawa ke Tanah Suci Ketika Umrah

Berikut adalah 15 perlengkapan dasar umrah yang harus dipersiapkan setiap jamaah dalam rangka mempersiapkan keberangkatan menuju Baitullah:

  1. Al Quran
  2. Sajadah
  3. Alat Tulis
  4. Buku Doa (Disediakan El-Firdaus Baitullah)
  5. Buku Panduan Umrah (Disediakan El-Firdaus Baitullah)
  6. Alat Mandi
  7. Masker Mulut
  8. Kacamata Hitam
  9. Handuk Kecil
  10. 4-5 stel pakaian muslim
  11. Obat-obatan Pribadi
  12. Payung
  13. Gunting kecil (untuk tahalul setelah umrah)
  14. Sandal jepit dan Sendal Gunung/Sepatu Sandal
  15. Kantong Plastik ukuran besar (untuk pakean bekas dll)

Selain itu, perlengkapan wajib khusus jamaah laki-laki yang jangan sampai dilupakan adalah membawa Kain Ihram (Disediakan oleh El-Firdaus Baitullah). Sedangkan perlengkapan wajib khusus jamaah perempuan diantaranya Mukena 1 stel (Dari El-Firdaus Baitullah), dapat juga menyiapkan 1 stel Mukena cadangan, Jilbab (Tidak transparan dan tidak tipis), Kaos tangan & Kaos kaki untuk Ihram.

Selain membawa perlengkapan dasar dan perlengkapan wajib seperti yang sudah dijelaskan di atas, jamaah dapat juga mempersiapkan hal-hal berikut untuk melengkapi aktivitas sehari-hari selama di tanah suci:

  • Krim muka, tangan dan kaki yang mengandung SPF
  • Topi
  • Mantel/Jaket ketika musim dingin
  • Cemilan/makanan pribadi
  • Penyedap rasa (saus, sambal, mayonaise dsb)

Dalam setiap program umrah, El-Firdaus Baitullah berikhtiar untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah dalam menyusuri jejak perjuangan Nabi di Baitullah dan meresapi nilai keimanan dengan khusyu. Harapan kami perjalanan ibadah akan menginspirasi niat perubahan diri ke arah yang lebih baik setelah pulang kembali ke tanah air. In sya Allah

Dapatkan perjalanan ibadah yang nyaman, khusyu dan penuh hikmah keimanan bersama El-Firdaus Baitullah yang bekerja sama dengan PT Rafa Lintas Cakrawala

Informasi lengkap dan reservasi silakan hubungi El-Firdaus Baitullah melalui:
Perum. Reni Jaya Jl. Flamboyan 4 Blok AA 4 No 8A, Pamulang Barat, Pamulang – Tangerang Selatan 15417
Call/sms/wa : 0812-949-7563 / 0815-1455-5671

Sep 15

Baitullah, Rumah Allah yang Begitu Sederhana

Ka’bah yang berada di dalam “rumah Allah” sesungguhnya bukan merupakan rumah yang megah tidak pula terbuat dari emas dan berlian. Justru sebaliknya, ka’bah didirikan dari batu-batu yang disusun oleh tangan seorang manusia yang mengutamakan Allah SWT di atas segalanya, yaitu Nabi Ibrahim as. Bersama putranya, Ismail as ditegakkanlah bangunan sederhana yang direkatkan dengan penuh ketaqwaan sehingga dijanjikan akan tetap kokoh tertanam disana hingga hari kiamat tiba.

Imam Ibnu Katsir menceritakan bahwa Nabi Ibrahim as dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan dimana hanya ada tiga orang yang menyembah Allah SWT, yaitu Nabi Ibrahim as, Siti Sarah istrinya, dan Luth as keponakannya. Berulang kali Nabi Ibrahim as mengajak orang-orang, termasuk ayah kandungnya, untuk meninggalkan sesembahan mereka yaitu patung, bintang, bulan, dan matahari untuk hanya menyembah Allah Ta’ala, namun mereka semua menolak.

Al-Qur’an dalam surat Al-Anbiya menceritakan bahwa suatu hari sepulang dari perayaan hari besarnya, para penyembah berhala kembali ke kuil dan menemukan bahwa berhala-berhala kecil sesembahan mereka telah hancur berkeping-keping dan hanya tersisa berhala yang terbesar. Kemudian Nabi Ibrahim as diseret ke muka umum karena beliau pernah mencela berhala yang disembah tersebut, dan dituduh sebagai pelaku penghancuran berhala tersebut.

Mereka bertanya “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, Hai Ibrahim?” (62)
Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. Karena itu tanyakanlah kepada berhala-berhala (yang sudah hancur) itu, jika mereka dapat berbicara” (63)

Sejenak para penyembah berhala terdiam karena menyadari bahwa tuhan yang selama ini mereka sembah bahkan tidak bisa berbicara, apalagi membela diri. Namun ketika Nabi Ibrahim as kembali meluruskan mereka untuk hanya menyembah Allah swt, mereka bertambah marah.

Mereka berkata kepada kaumnya: “Bakarlah dia, dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak” (68)

Disinilah Allah swt menguji keteguhan hati Nabi Ibrahim as bahwa hanya Allah lah yang pantas disembah. Ibnu ‘Abbas ra menceritakan kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Ibrahim as sebelum dilemparkan ke dalam api adalah “Cukuplah Allah bagiku, dan Dialah sebaik-baik pelindung” (HR Bukhari). Kemudian pertolongan Allah swt datang melalui firmanNya kepada api “Hai api menjadi dinginlah, dan jadilah keselamatanlah bagi Ibrahim” (69)

Demikianlah Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Ibrahim as dari api berdasarkan keteguhannya bertauhid kepada Allah swt.


Puluhan ribu tahun telah berlalu, dan segalanya telah berubah. Tentu jauh dari sang panutan, Nabi Ibrahim as. Hari ini, kebanyakan dari kita justru hanya memberikan kepada Allah swt sisa harta, sisa tenaga, sisa waktu, sisa hati, dan sisa pikiran kita. Padahal situasinya tetap sama, yaitu kita semua bergantung kepada Allah swt dan hanya dapat memohon pertolongan dan perlindunganNya. Kita semua mengharap pertolongan Allah untuk menyediakan darah di seluruh tubuh, untuk setiap udara yang kita hirup, untuk setiap tetes air yang kita minum. Kita sama seperti Nabi Ibrahim as, karena kita sungguh tidak ada apa-apanya.

Kemudian kita menyadari, bahwa bukanlah marmer, emas, atau berlian yang membuat ka’bah tidak pernah berhenti disesaki jutaan umat manusia yang bersujud. Karena keinginan mengunjunginya bukan terletak pada materialnya, tapi getaran iman dan ketaqwaan yang merekatkan satu demi satu bebatuan itu pada akhirnya akan menggetarkan hati-hati yang memiliki rindu yang sama dengan Nabi Ibrahim as: menemukan Rabbnya.

Tanpa kita sadari, jauh di sini kita sedang membangun sebuah rumah menggunakan batu-batu sisa, yang pada akhirnya entah apakah akan menyelamatkan atau justru dengan mudah dihancurkan. Dan seiring kita merekatkan satu persatu batu fondasi keimanan kita, akan selalu ada panggilan dari lubuk hati untuk menjadi salah satu hamba yang thawaf mengelilingi ka’bah dan bersujud langsung dihadapan ka’bah. Duduk dan bersimpuh di hadapan fondasi yang dibangun dengan kekuatan iman dan taqwa Nabi Ibrahim as, dan kemudian menyadari bahwa masih begitu banyak kebocoran yang perlu di tambal di rumah taqwa yang kita bangun.

Rindu dan panggilan itu, datang dari fithrah kita sebagai manusia
sebagai hamba yang sesungguhnya ingin kembali kepada Rabbnya.
One day, In sya Allah.

Wallahu a’lam
*oleh: Sayyidah Fithrie

Image

Umrah Liburan Desember 2015

umrah.elfirdaus.net

Aug 20

Napak Tilas

Alhamdulillah,  sejak tahun 2006 Ust. H. Zainuddin Idris, MA sudah menjadi pembimbing Umrah dan dipercaya oleh beberapa travel, sehingga mulai tahun 2012 Alhamdulillah mendapat amanah dan kesempatan untuk mengelola, melayani dan mendampingi sendiri secara langsung ibadah Umrah. Pada awal pengembangan bisnisnya, dalam rentang waktu tahun 2012 – 2013 El-Firdaus Baitullah sudah 5 kali mendampingi secara langsung jamaah Umrah ke Baitullah.

Beberapa dokumentasi jamaah umrah diantaranya, sbb:

Jamaah  UMRAH,  Desember 2014:

??????????  ??????????

Umrah_alfirdaus_Des14 (5)  ??????????

??????????  ??????????

Umrah_alfirdaus_Des14 (4)

…………………………………………………………………………..

Jamaah  UMRAH,  Desember 2013:

2Alfirdaus_Des13  1Alfirdaus_Des13

9Alfirdaus_Des13  3Alfirdaus_Des13

4Alfirdaus_Des13  8Alfirdaus_Des13

5Alfirdaus_Des13  7Alfirdaus_Des13

6Alfirdaus_Des13  12Alfirdaus_Des13

13Alfirdaus_Des13  10Alfirdaus_Des13

11Alfirdaus_Des13

Apr 29

Program Umrah 1437H (2015-2016)

Umrah-Liburan-2015

Umrah-Web-2015

Brosur_umrah-2015         ***         Brosur_umrah-liburan-2015

Selengkapnya……… Read the rest of this entry »

Image

Program Umrah 1436H (2014-2015)

umrah2014

Selengkapnya……… (more…)

Older posts «

» Newer posts